Selasa, 7 Julai 2015

SIFAT KEHIDUPAN DUNIAWI

Hikmat 32 Petikan dari Syarahan Al-Hikam

JANGAN MENGHAIRANKAN KAMU LANTARAN TERJADI KEKERUHAN KETIKA KAMU BERADA DI DALAM DUNIA KARENA SESUNGGUHNYA KEKERUHAN ITU TIDAK TERJADI MELAINKAN KARENA BEGITULAH YANG PATUT TERJADI DAN ITULAH SIFATNYA (DUNIA) YANG ASLI. 

Hikmat yang lalu menyingkap halangan secara umum dan  Hikmat 32 ini pula mengkhususkan kepada dunia sebagai hijab yang menutupi pandangan hati terhadap Allah s.w.t. Halangan inilah yang banyak dihadapi oleh manusia. Manusia menghadapi peristiwa yang berlaku di dalam dunia dengan salah satu dari dua sikap yaitu sama ada mereka melihat apa yang terjadi adalah akibat perbuatan makhluk ataupun mereka memandangnya sebagai perbuatan Tuhan. Hikmat 32 ini menjuruskan kepada golongan yang melihat peristiwa yang berlaku dalam dunia sebagai  perbuatan  Tuhan  tetapi  mereka  tidak  dapat  melihat  hikmat  kebijaksanaan Tuhan  dalam  perbuat anNya.

Manusia  yang  telah  memperolehi  keinsafan  dan  hatinya  sudah  beransur  bersih,  dia akan  cenderung  untuk  mencari  kesempurnaan.  Dia  sangat  ingin  untuk melihat  syariat Allah  s.w.t  menjadi  yang  termulia  di  atas  muka  bumi  ini.  Dia  sangat  ingin  melihat umat  Nabi  Muhammad  s.a.w  menjadi  pemimpin  kepada  sekalian  umat  manusia.  Dia ingin  melihat  semua  umat  manusia  hidup  rukun  damai  Dia  inginkan  segala  yang baik sebagian baik  dan  sanggup  berkorban  untuk  mendatangkan  kebaikan  kepada  dunia. Begitulah daripada  keinginan  yang  lahir  di  dalam  hati  orang  yang  hatinya sudah  beransur  bersih.  Tetapi,  apa  yang  terjadi  adalah  kebalikan  daripada  apa  yang menjadi  hasrat  murni  si  hamba  Allah  s.w.t  yang  insaf  itu.  Huru  hara  berlaku  dimana mana.  Pembunuhan  berlaku  di  sana  sini.  Umat  Islam  ditindas  di merata  tempat. Kezaliman  dan  ketidakadilan  berlaku  dengan  berleluasa.  Seruan  kepada  kebaikan tidak  diendahkan.  Ajakan  kepada  perdamaian  tidak  dipedulikan.  Perbuatan  maksiat terus  juga  dilakukan  tanpa  segan silu.

Si hamba  tadi  melihat  kekeruhan  yang  terjadi  di dalam  dunia  dan  merasakan  seperti mata  tombak  menikam  ke  dalam  hatinya.  Hatinya  merintih,  “Agama dipermainkan,  di  manakah  pembelaan  dari arti Mu wahai  Tuhan!  Umat  Islam  ditindas,  di manakah  pertolonganMu  Wahai  Tuhan!  Seruan  kepada  jalanMu  tidak  disambut, apakah  Engkau  hanya  berdiam  diri  wahai  Tuhan!  Manusia  melakukan  kezaliman, kemaksiatan  dan  kemunkaran,  apakah  Engkau  hanya  membiarkan  wahai  Tuhan?” Beginilah  keadaan  hati  orang  yang dunia Nya  dengan  firmanNya:

"Dan  (ingatlah)  ketika  Tuhanmu  berfirman  kepada  Malaikat:  “Sesungguhnya  Aku hendak  menjadikan  seorang  khalifah  di  bumi”.  Mereka  bertanya  (tentang  hikmat ketetapan  Tuhan  itu  dengan  berkata):  “Adakah  Engkau  (Ya Tuhan  kami)  hendak menjadikan  di  bumi  itu  orang  yang  akan  membuat  bencana  dan  menumpahkan darah  (berbunuh bunuhan),  padahal mensucikan kami senantiasa bertasbih  memuji Mu dan Mu?”  Tuhan  berfirman:  “Sesungguhnya  Aku  mengetahui apa  yang  kamu tidak mengetahuinya”. (  Ayat  30  :  Surah Al-Baqarah)"

Para  malaikat  sudah  dapat  membayangkan  tentang  kehidupan  dunia  yang  akan dijalani  oleh makhluk  berbangsa  manusia  sebelum  lagi  manusia  pertama  diciptakan. Sifat  dunia  yang  dinyatakan  oleh  malaikat  ialah  huru-hara  dan  pertumpahan  darah. Dunia  adalah  ibu  sementara  huru-hara dan  pertumpahan  darah  adalah  anaknya.  Ibu tidak  melahirkan anak kecuali dari  jenisnya  juga.  Kelahiran  huru-hara,  peperangan, pembunuhan  dan  sebagainya  di  dalam  dunia  adalah  sesuatu  yang  seharusnya terjadi  di  dalam  dunia,  maka  tidak  perlu  dihairankan.  Jika  terdapat  kedamaian  dan keharmonian  di  sana  sini  di  dalam  dunia,  itu  adalah  saguhati atau  kelahiran  yang tidak  mengikut  sifat  ibunya.  Seterusnya  Allah  s.w.t  menceritakan  tentang  dunia.

Allah berfirman, “Turunlah kamu semuanya, dengan keadaan setengah  kamu menjadi musuh bagi setengahnya yang lain, dan bagi kamu disediakan tempat kediaman di bumi, dan juga diberi kesenangan hingga ke suatu ketika (mati)”. ( Ayat 24 : Surah al-A'raaf )

Allah berfirman lagi : “Di bumi itu kamu hidup dan di situ juga kamu mati, dan daripadanya pula kamu akan dikeluarkan (dibangkitkan hidup semulai pada hari kiamat)”. ( Ayat 25 : Surah al-A'raaf)

Tiap-tiap yang bernyawa akan merasai mati, dan bahwasanya pada hari kiamat sajalah akan disempurnakan balasan kamu. Ketika itu siapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke  syurga maka sesungguhnya ia telah berjaya. Dan (ingatlah bahwa) kehidupan di dunia ini (meliputi segala kemewahannya dan pangkat kebesarannya) tidak lain hanyalah kesenangan bagi orang-orang  yang terpedaya. ( Ayat 185 : Surah a-Imraan )

Allah s.w.t menerangkan dengan jelas tentang sifat-sifat dunia yang dihuni oleh manusia. Manusia bermusuhan sesama sendiri, saling rusak merusakkan dan kesenangannya adalah tipu daya. Segala perkiraan dan pembalasan yang berlaku di dalam dunia ini tidak sempurna.

Manusia dibagikan kepada dua golongan yaitu yang beriman dan yang tidak beriman. Golongan yang tidak beriman menerima upah terhadap kebaikan yang mereka lakukan semasa di dunia ini lagi dan di akhirat kelak mereka tidak boleh  menuntut apa-apa lagi dari Tuhan. Janganlah menghairankan dan mendukacitakan sekiranya Tuhan membalas kebaikan mereka ketika mereka masih hidup di dalam dunia dengan memberikan kepada mereka berbagai-bagai kelebihan dan kemewahan. Mereka tidak berhak lagi menuntut nikmat akhirat dan tempat kembali mereka di sana kelak ialah neraka jahanam. Begitu juga janganlah menghairankan dan mendukacitakan sekiranya orang-orang yang beriman dan beramal salih terpaksa menghadapi penderitaan dan penghinaan semasa hidup di dunia. Dunia ini tidak layak menjadi tempat buat Allah s.w.t membalas kebaikan mereka. Balasan kebaikan dari Allah s.w.t sangat tinggi nilainya, sangat mulia dan sangat agung, tidak layak dimuatkan di dalam dunia yang hina dan rendah ini. Dunia hanyalah tempat hidup, beramal dan mati. Bila berlaku kiamat kita akan dibangkitkan dan menunggu kita adalah negeri yang abadi.

#nukilanhatiku

0 ulasan:

Catat Ulasan

Nota: Hanya ahli blog ini sahaja yang boleh mencatat ulasan.