Khamis, 30 Jun 2016

MAKNA AKU DENGAR DAN AKU TAAT

Di zaman Nabi ada segelintir KAUM SYARIAT munafik yang datang menemui Nabi untuk bertanya beberapa soalan agama. Tujuan kedatangan mereka sebenarnya bukan untuk beriman kepada Nabi, tetapi sekadar untuk tahu apakah Nabi bisa menjawab persoalan mereka, dan sekadar untuk menguji dengan ego keakuan.

Misalnya ada yang meminta-minta dalil dan fakta demi menyakinkan mereka bahwa Nabi pernah pergi dari Masjid Al-Haram ke Masjid Al-Aqsa lalu naik ke Langit dan pulang ke rumahnya hanya tak sampai pun dalam satu malam. Sedangkan pernyataan dari hal Masjidil Al Aqsa itu sahih namun hati mereka tetap terhijab dari melihat cahaya hakiki... "kebenaran telah terhijab disebalik keakuan diri mereka"

KAUM SYARIAT sering meminta dalil namun ketika dihuraikan dengan ilmu hakikat... hati mereka masih tertutup rapat... karna pintu kaabah sirri (hati) tetap tertutup, dan tidak sering dibuka. Demikianlah juga, memang ada segelintir KAUM SYARIAT yang tidak akan mengimani Yang Haq selagi tidak ada dalil dan faktanya yang dapat memuaskan akal mereka. Seolah-olah akal mereka itulah Tuhan mereka yang haq. Maka di manakah sebenarnya letak kekuatan dan kesahihan iman itu ketika akal hanya diletakkan diketinggian bukit Thursina tidak diketinggian alam melepasi Sidratul Muntaha?

Bagaimana memenuhi hasrat akal bagi mengimani Tuhan yang Zat-Nya Ghaib Mutlak, Malaikat yang halus tiada berjirim dan berjisim, Nabi-nabi yang tak pernah dilihat oleh mata kecuali pengkhabaran berita yang sudah menjadi sejarah, hari akhirat serta syurga dan neraka yang ilusi dan khayal disisi akal, kitab Lauhul Mahfuz yang mencatat Qada dan Qadar yang tidak pernah terlihat dengan indera... kecuali dikhabarkan oleh Rasul-Nya dan diyakini dengan hati tanpa dalil yang nyata dimata akal

"Aku dengar...aku taat..." penyataan keimanan yang tidak memerlukan dalil apapun. Percaya kepada perkara-perkara Ghaib menjadi syarat beriman kepada alam hakikat disebalik alam syariat yang kelihatan nyata... namun itulah ada sesuatu disebalik sesuatu.

Sesungguhnya bukan dalil dan kenyataan mengenai Yang Haq itu tidak ada, tetapi ada manusia yang masih gagal untuk memandang dalil dan kenyataan itu secara terang dan tersirat. Dalil yang cukup terang ialah bagaimana Allah menzahirkan tubuh dan nyawa mereka sendiri, Adakah sifat-sifat yang nyata pada dirimu itu tidak cukup untuk memberi bukti akan hak-hak Allah Yang Haq?
-
Adakah engkau yang mentadbir dirimu... atau ada selain diri mu?
-
Apakah engkau yang tahu ketika tahumu... atau dipertahukan?
-
Apakah engkau yang hidup ketika hidupmu... atau diperhidupkan?
-
Apakah engkau punya kehendak ketika merasa berkehendak... atau diperkehendakkan?
-
Apakah engkau melihat... atau diperlihatkan? 
-
Apakah kata-kata itu lahir dari kalammu... atau engkau diperkatakan melalui anak lidahmu? 
-
Apakah engkau berupaya dengan kuasa dari sifatmu... atau diperkuasakan?
-
Apakah penzahiran ribuan dari sifat-sifatmu... atau disifati oleh yang Maha Sempurna sifat-sifat-Nya,,, maka nikmat Tuhan yang manakah yang hendak engkau dustakan, Perhatikanlah dengan hati yang dalam... AGAR ENGKAU TIDAK MENJADI TUHAN YANG DIPERINTAH UNTUK DINAFIKAN

(Coretan oleh: Tuak ilahi)

MAKNA MENUJU PUNCAK

Puncak kehidupan rohani harus melepaskan dari arena hukum syariat, dan kembali kepada kedirian

Lepaslah dari hukum, semisal syahadat, sholat, puasa, zakat, haji, makan, minum, berpakaian, menikah, tempat-tinggal, dan kecenderungan-kecenderungan lainnya dan masuklah engkau ke dalam hadrat keakuan tuhanmu.

Sebagaimana Allah berfirman: "Katakanlah jika kau mencintai Allah, ikutilah aku, maka Allah akan mencintaimu." (QS.3:31)

Bila telah terlepas dari hukum syariat dan ketakpatuhan, baik lahiriah mahupun batiniah, maka yang ada padamu hanyalah keesaan Allah, dan yang ada pada lahiriahmu hanyalah kepatuhan dan pengabdian kepada Allah

Hal ini kemudian menjadi sikap, pakaian, gerak dan diammu, di kala malam, siang, dalam perjalanan, di rumah, dalam kesulitan, dalam kemudahan, dan dalam segala keadaan, Maka dibawalah engkau ke lembah-Nya, dan dikendalikan oleh-Nya.

Berlepaslah dari segala upaya, perjuangan dan dayamu, maka dibawa kepadamu yang pena tak kuasa menuliskannya, dan engkau menjadi begini, terlindung dan terselamatkan di tengah-tengahnya. Berkesesuaian dengan kehendak-Nya diperoleh di dalamnya, Allah berfirman :

"Sesungguhnya telah Kami turunkan pengingat dan sesungguhnya Kami yang menjaganya" (QS.15:90)

"Demikianlah, agar Kami palingkan darinya kemungkaran dan kekejian, sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba pilihan Kami." (QS.12:24)

Maka perlindungan Allah menyertaimu, hingga engkau menghadap-Nya dengan kasih-sayangNya

(Coretan oleh :Tuak ilahi)

IBADAH YANG SIA-SIA

Sebanyak mana dan apa pun ibadah yang kita tunaikan tanpa di dasari ilmu (mengenal tuhan), maka akan sia-sia, dan bagaimana kita bisa menjawab pertanyaan malaikat "Maa Robbuka" (Siapa tuhanmu). Apa yang harus kita jawab soalan itu?

Hampir 100% semua orang tahu jawapan iaitu Allah tuhanku. Pernahkah kita terpikir untuk lebih mengenal Allah, yang bukan hanya sekadar kenal NAMA dan TULISAN. Yang harus kita cari adalah Yang empunya nama itu, sehingga walaupun sedikit ibadah yang kita tunaikan dengan mengenal, maka itu jauh lebih afdhol (manafaat).

"Awaluddin Makrifatullah"
Awal mula agama itu dengan mengenal ALLAH SWT.

- Kemana kamu hadapkan wajahmu di situlah Allah.

- Terangnya sinar matahari lebih terang lagi Allah, dekatnya mata putih dengan mata hitam lebih dekat lagi Allah.

- Allah itu lebih dekat dari urat lehermu.

- Allah meliputi sekalian Alam ( kaji lah kata meliputi itu )

Semoga dengan sedikit ini dapat kita jadikan renungan ( Tafakkur) dalam diri, sehingga kita dapat mengenal Allah.

Hadist: Barang Siapa yang mengenal dirinya maka kenallah ia akan Tuhannya, dan barang siapa yang kenal Tuhannya maka binasalah jasadnya.

Hadist : Aku mengenal Allah dengan Allah.

"Pesan Guruku"
Jangan sampai terlihat adanya diri barulah terlihat Allah. Apa lah ertinya belajar ilmu makrifat jika tidak putus....... Ilmu makrifat ini ilmu putus (ilmu pemutus).

Pandang yang satu pads yang banyak.
Pandang yang banyak pada yang satu.

Rabu, 29 Jun 2016

HADIS 16

Daripada  Abu Hurairah  r.a.:    : Bahawa  seorang  lelaki  berkata  kepada  Nabi SAW:  Berikan daku  wasiat.  Baginda  bersabda:  Janganlah engkau marah.  Lelaki  itu  mengulangi  soalan  itu  beberapa  kali. Baginda  tetap  bersabda: Janganlah engkau  marah. Hadis riwayat  al-lmam  al-Bukhari.

Pengajaran Hadis:-

Hadis  ini  menerangkan  betapa  sifat marah  itu  perlu  dihindari oleh  setiap mukmin,  kerana  marah membawa  banyak  keburukan  terhadap  diri  sendiri juga  terhadap  orang  lain. Jangan  marah  ertinya  mengelakkan  sebarang  sebab yang  membawa kepada  kemarahan. 

la juga bererti menahan marah  bila  dia  marah. Erti menahan  marah ialah  menahan  dari  melaksanakan  tuntutan ledakan marah  seperti  memukul,  memaki  hamun  atau  mengamuk. Seseorang yang  gagah  perkasa  dan handal  bukan  hanya  yang  mampu  beradu  tenaga,  bahkan  juga  orang yang  mampu menahan  marah.

Marah  diizinkan  hanya  apabila  ia didorong  oleh  perasaan  mahu  membela kebenaran  kerana Allah, namun mestilah  menurut  cara  hikmah  dan  batas  yang  dibenarkan.

NUR KURNIAAN ALLAH

DIKURNIAKAN PETUNJUK KEPADA ORANG-ORANG YANG BERJALAN KEPADA ALLAH S.W.T DENGAN NUR-NUR TAWAJJUH (MENGHADAP ALLAH S.W.T) DAN BAGI ORANG YANG TELAH SAMPAI BAGI MEREKA IALAH NUR-NUR AL-MUWAAJAHAH (MUSYAHADAH ATAU SALING BERHADAPAN ANTARA HAMBA DENGAN ALLAH S.W.T). MEREKA YANG PERTAMA ITU ADALAH UNTUK NUR-NUR, SEDANGKAN MEREKA YANG TELAH SAMPAI ADALAH NUR-NUR ITU BUAT MEREKA LANTARAN MEREKA INI ADALAH KARENA ALLAH S.W.T BUKAN KARENA SESUATU SELAIN-NYA. KATAKANLAH: “ALLAH!” KEMUDIAN BIARKAN MEREKA (ORANG BANYAK) BERMAIN-MAIN DALAM KESESATAN.

Hikmat ini menceritakan keadaan dua golongan yang dipanggil sebagai ahli tawajjuh dan ahli musyahadah. Ahli tawajjuh adalah orang salih yang berpegang teguh kepada syariat Allah s.w.t dan biasanya digelar ahli syariat. Orang salih atau ahli syariat melihat dirinya sebagai satu individu yang berkedudukan sebagai hamba Allah s.w.t. Dia berkewajiban melaksanakan segala perintah Allah s.w.t dan menjauhkan segala larangan-Nya. Dia melaksanakan amal kebaikan dengan ikhlas, tidak didorong oleh ria dan ujub, tidak berbuat sama‟ah dan tidak menyombong dengan amal tersebut. Allah s.w.t memberkati amal ibadat yang demikian dan mengurniakan kepada mereka Nur Tawajjuh. Nur yang demikian membuat mereka merasa damai dan tenang serta bertambah rasa kehampiran dengan Allah s.w.t. Mereka tidak merasa berat untuk melakukan ibadat walau berapa banyak sekalipun karena semakin banyak ibadat yang mereka lakukan semakin mereka memperolehi taqarrub (mendekat dan berhadap kepada Allah s.w.t) dan semakin mereka merasa kelazatan beribadat. Mereka bukan saja meninggalkan perkara yang haram tetapi juga yang mubah. Banyak daripada perkara yang halal ditinggalkan bagi menjaga agar mereka tidak terdorong mendekati yang haram, apa lagi melakukannya. Inilah sifat ahli syariat, memakai pakaian warak dan berjalan dengan Nur Tawajjuh.  

Golongan kedua ialah ahli musyahadah, biasanya dipanggil ahli hakikat. Ahli hakikat ialah orang yang mencapai hakikat syariat dan tauhid sehingga tidak melihat lagi sesuatu kecuali Allah s.w.t. Mereka menyaksikan bahwa Allah s.w.t adalah Tuhan Yang Maha Berdiri Dengan Sendiri, Maha Menkehendak dan Maha Menentukan. Mereka menyaksikan sifat Allah Yang Maha Sempurna dan Kekal. Pandangan mereka hanya tertumpu kepada Allah Azza wa Jalla. Segala yang maujud tidak memberi bekas pada hati mereka, hanya Wujud Allah s.w.t yang menguasainya, terjadilah musyahadah yaitu saling berhadapan. nur-nur al-muwaajahah meleburkan hijab yang menutupi alam maujud lalu mata hati melihat kepada Yang Tersembunyi disebalik yang nyata. Hamba melihat Rahasia Tuhan yang selama ini terhijab oleh Alam al-Mulk (alam kejadian) dan Allah s.w.t menyaksikan pengabdian hamba-Nya. Terbukalah kepada si hamba rahasia Alam Malakut dan nyatalah kedudukan hamba sebagai ayat atau tanda wujud. Hamba melihat ketuhanan Allah s.w.t yang meliputi segala sesuatu dan Allah s.w.t menyaksikan pengabdian hamba-Nya meliputi ilmunya, ahwalnya dan hatinya.  

Allah s.w.t bukakan tabir hijab agar mata hati hamba-Nya dapat menyaksikan kerajaan-Nya yang meliputi yang nyata dan juga yang ghaib.   Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Nabi Ibrahim kebesaran dan kekuasaan (Kami) di langit dan di bumi, dan supaya menjadilah ia dari orang-orang yang percaya dengan sepenuh-penuh yaqin. ( Ayat 75 : Surah al-An‟aam )  

Dan janganlah engkau menyembah tuhan yang lain bersama-sama Allah. Tiada  Tuhan melainkan Dia. Tiap-tiap sesuatu akan binasa melainkan Zat Allah.  ( Ayat 88 : Surah al-Qasas )  

Ada perbedaan pandangan di antara ahli syariat dan ahli hakikat. Ahli syariat berjihad membunuh musuh-musuh Allah s.w.t karena mengharapkan keridoan-Nya, moga-moga Allah s.w.t mengurniakan kepada mereka nur-nur yang membawa mereka hampir kepada-Nya. Ahli hakikat pula ketika berjihad dan membunuh mereka melihat kepada firman Allah s.w.t:  

Maka bukanlah kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allah jualah yang menyebabkan pembunuhan mereka. Dan bukanlah engkau (wahai Muhammad) yang melempar ketika engkau melempar, akan tetapi Allah jualah yang melempar (untuk membinasakan orang-orang kafir). ( Ayat 17 : Surah al-Anfaal ) 

Orang-orang yang sampai kepada Allah s.w.t berkecimpung dalam nur-nur karena:  

Allah yang menerangi langit dan bumi. ( Ayat 35 : Surah an-Nur )

Nurullah menjadi jelas nyata pada penglihatan mata hati ahli musyahadah. Kewujudan langit dan bumi tidak menghijab mata hati mereka. Tidak mungkin terlihat langit dan  bumi jika  Nurullah tidak menerangi keduanya. 

Isnin, 4 April 2016

HADIS 15

Barangsiapa  yang  beriman dengan  Allah  dan  hari  akhirat, maka  hendaklah  dia  berkata baik  atau dia diam. Barangsiapa  yang  beriman dengan  Allah dan hari  akhirat, maka  hendaklah dia  memuliakan  jiran tetangganya.  Barangsiapa yang  beriman  dengan  Allah dan hari  akhirat,  maka  hendaklah  dia memuliakan  tetamunya.

Hadis riwayat  al-lmam  al-Bukhari  dan  Muslim.

Pengajaran  hadis:

Hadis  ini menerangkan  beberapa  tuntutan  lman,  antaranya  ialah  berkata  hanya  perkara  benar  dan berfaedah,  kurang  bercakap, menghormati  jiran  tetangga  dan  memuliakan  tetamu. Seorang yang benar-benar  beriman  akan  menjaga  lidahnya  daripada  berbicara  perkara  haram  kerana  dia akan  dipersoalkan  di  hari  qiamat  nanti.  Dia  lebih  senang  diam  daripada berkata buruk  seperti mengumpat,  mengeji,  mencaci, memaki  hamun  dan mencarut.

Seorang  yang  benar-benar beriman  akan  menghormati jiran tetangga  dan tetamunya,  menyempurnakan hak  mereka  dan tidak  menyakiti  mereka. Jiran tetangga adalah  suatu golongan yang  mendapat  perhatian  besar dalam  lslam.  Hormat menghormati,  tolong  menolong  dan  hidup  berjiran  yang  muafakat  adalah  asas  keamanan,  kemajuan  dan keharmonian sesebuah  masyarakat.

Jumaat, 18 Mac 2016

PROFILE 25 RASUL

BIODATA LENGKAP 25 NABI DAN RASUL

1. ADAM AS.
Nama: Adam As.
Usia: 930 tahun.
Periode sejarah: 5872-4942 SM.
Tempat turunnya di bumi: India, ada yang berpendapat di Jazirah Arab.
Jumlah keturunannya: 40 laki-laki dan perempuan.
Tempat wafat: India, ada yang berpendapat di Mekkah.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 25 kali.

2. IDRIS AS.
Nama: Idris/Akhnukh bin Yarid, nama Ibunya Asyut.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As.
Usia: 345 tahun di bumi.
Periode sejarah: 4533-4188 SM.
Tempat diutus: Irak Kuno (Babylon, Babilonia) dan Mesir (Memphis).
Tempat wafat: Allah mengangkatnya ke langit dan ke surga.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 2 kali.

3. NUH AS.
Nama: Nuh/Yasykur/Abdul Ghaffar bin Lamak.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As.
Usia: 950 tahun.
Periode sejarah: 3993-3043 SM.
Tempat diutus (lokasi): Selatan Irak.
Jumlah keturunannya: 4 putra (Sam, Ham, Yafits dan Kan’an).
Tempat wafat: Mekkah.
Sebutan kaumnya: Kaum Nuh.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 43 kali.

4. HUD AS.
Nama: Hud bin Abdullah.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Iram (Aram) ⇒ ‘Aush (‘Uks) ⇒ ‘Ad ⇒ al-Khulud ⇒ Rabah ⇒ Abdullah ⇒ Hud As.
Usia: 130 tahun.
Periode sejarah: 2450-2320 SM.
Tempat diutus: Al-Ahqaf (antara Yaman dan Oman).
Tempat wafat: Bagian Timur Hadhramaut Yaman.
Sebutan kaumnya: Kaum ‘Ad.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 7 kali.

5. SHALIH AS.
Nama: Shalih bin Ubaid.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Iram (Aram) ⇒ Amir ⇒ Tsamud ⇒ Hadzir ⇒ Ubaid ⇒ Masah ⇒ Asif ⇒ Ubaid ⇒ Shalih As.
Usia: 70 tahun.
Periode sejarah: 2150-2080 SM.
Tempat diutus: Daerah al-Hijr (Mada’in Shalih, antara Madinah dan Syria).
Tempat wafat: Mekkah.
Sebutan kaumnya: Kaum Tsamud.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 10 kali.

6. IBRAHIM AS.
Nama: Ibrahim bin Tarakh.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As.
Usia: 175 tahun.
Periode sejarah: 1997-1822 SM.
Tempat diutus: Ur, daerah selatan Babylon (Irak).
Jumlah keturunannya: 13 anak (termasuk Nabi Ismail As. dan Nabi Ishaq As.). Tempat wafat: Al-Khalil (Hebron, Palestina/Israel).
Sebutan kaumnya: Bangsa Kaldan.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 69 kali.

7. LUTH AS.
Nama: Luth bin Haran.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Haran ⇒ Luth As.
Usia: 80 tahun.
Periode sejarah: 1950-1870 SM.
Tempat diutus: Sodom dan Amurah (Laut Mati atau Danau Luth).
Jumlah keturunannya: 2 putri (Ratsiya dan Za’rita).
Tempat wafat: Desa Shafrah di Syam (Syria).
Sebutan kaumnya: Kaum Luth.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 27 kali.

8. ISMAIL AS.
Nama: Ismail bin Ibrahim.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ismail As.
Usia: 137 tahun.
Periode sejarah: 1911-1774 SM.
Tempat diutus: Mekah.
Jumlah keturunannya: 12 anak.
Tempat wafat: Mekkah.
Sebutan kaumnya: Amaliq dan Kabilah Yaman.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 12 kali.

9. ISHAQ AS.
Nama: Ishaq bin Ibrahim.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As.
Usia: 180 tahun.
Periode sejarah: 1897-1717 SM.
Tempat diutus: Kota al-Khalil (Hebron) di daerah Kan’an (Kana’an).
Jumlah keturunannya: 2 anak (termasuk Nabi Ya’qub As./Israel).
Tempat wafat: Al-Khalil (Hebron).
Sebutan kaumnya: Bangsa Kan’an.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 17 kali.

10. YA’QUB AS.
Nama: Ya’qub/Israel bin Ishaq.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As.
Usia: 147 tahun.
Periode sejarah: 1837-1690 SM.
Tempat diutus: Syam (Syria).
Jumlah keturunannya: 12 anak laki-laki (Rubin, Simeon, Lewi, Yahuda, Dan, Naftali, Gad, Asyir, Isakhar, Zebulaon, Yusuf dan Benyamin) dan 2 anak perempuan (Dina dan Yathirah).
Tempat wafat: Al-Khalil (Hebron), Palestina.
Sebutan kaumnya: Bangsa Kan’an.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 18 kali.

11. YUSUF AS.
Nama: Yusuf bin Ya’qub.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As. ⇒ Yusuf As.
Usia: 110 tahun.
Periode sejarah: 1745-1635 SM.
Tempat diutus: Mesir.
Jumlah keturunannya: 3 anak; 2 laki-laki dan 1 perempuan.
Tempat wafat: Nablus.
Sebutan kaumnya: Heksos dan Bani Israel.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 58 kali.

12. AYYUB AS.
Nama: Ayyub bin Amush.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ al-‘Aish ⇒ Rum ⇒ Tawakh ⇒ Amush ⇒ Ayub As.
Usia: 120 tahun.
Periode sejarah: 1540-1420 SM.
Tempat diutus: Dataran Hauran.
Jumlah keturunannya: 26 anak.
Tempat wafat: Dataran Hauran.
Sebutan kaumnya: Bangsa Arami dan Amori, di daerah Syria dan Yordania.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 4 kali.

13. SYU’AIB AS.
Nama: Syu’aib bin Mikail.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Madyan ⇒ Yasyjur ⇒ Mikail ⇒ Syu’aib As.
Usia: 110 tahun.
Periode sejarah: 1600-1490 SM.
Tempat diutus: Madyan (pesisir Laut Merah di tenggara Gunung Sinai).
Jumlah keturunannya: 2 anak perempuan.
Tempat wafat: Yordania.
Sebutan kaumnya: Madyan dan Ash-habul Aikah.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 11 kali.

14. MUSA AS.
Nama: Musa bin Imran, nama Ibunya Yukabad atau Yuhanaz Bilzal.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matisyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As. ⇒ Lawi ⇒ Azar ⇒ Qahats ⇒ Imran ⇒ Musa As.
Usia: 120 tahun.
Periode sejarah: 1527-1407 SM.
Tempat diutus: Sinai di Mesir.
Jumlah keturunannya: 2 anak, Azir dan Jarsyun, dari istrinya bernama Shafura binti Syu’aib As.
Tempat wafat: Gunung Nebu (Bukit Nabu’) di Jordania (sekarang).
Sebutan kaumnya: Bani Israel dan Fir’aun (gelar raja Mesir).
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 136 kali.

15. HARUN AS.
Nama: Harun bin Imran, istrinya bernama Ayariha.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As. ⇒ Lawi ⇒ Azar ⇒ Qahats ⇒ Imran ⇒ Harun As.
Usia: 123 tahun.
Periode sejarah: 1531-1408 SM.
Tempat diutus: Sinai di Mesir.
Tempat wafat: Gunung Nebu (Bukit Nabu’) di Jordania (sekarang).
Sebutan kaumnya: Bani Israel dan Fir’aun (gelar raja Mesir).
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 20 kali.

16. DZULKIFLI AS.
Nama: Dzulkifli/Bisyr/Basyar bin Ayyub.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ al-‘Aish ⇒ Rum ⇒ Tawakh ⇒ Amush ⇒ Ayyub As. ⇒ Dzulkifli As.
Usia: 75 tahun.
Periode sejarah: 1500-1425 SM.
Tempat diutus: Damaskus dan sekitarnya.
Tempat wafat: Damaskus.
Sebutan kaumnya: Bangsa Arami dan Amori (Kaum Rom), Syria dan Yordania.
Al-Quran Menyebutkan namanya sebanyak: 2 kali.

17. DAUD AS.
Nama: Daud bin Isya.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Yahudza ⇒ Farish ⇒ Hashrun ⇒ Aram ⇒ Aminadab ⇒ Hasyun ⇒ Salmun ⇒ Bu’az ⇒ Uwaibid ⇒ Isya ⇒ Daud As.
Usia: 100 tahun.
Periode sejarah: 1063-963 SM.
Tempat diutus: Palestina (dan Israel).
Jumlah keturunannya: 1 anak, Sulaiman As.
Tempat wafat: Baitul Maqdis (Yerusalem).
Sebutan kaumnya: Bani Israel.
Al-Quran menyebutkanya namanya sebanyak: 18 kali.

18. SULAIMAN AS.
Nama: Sulaiman bin Daud.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matisyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Yahudza ⇒ Farish ⇒ Hashrun ⇒ Aram ⇒ Aminadab ⇒ Hasyun ⇒ Salmun ⇒ Bu’az ⇒ Uwaibid ⇒ Isya ⇒ Daud As. ⇒ Sulaiman As.
Usia: 66 tahun.
Periode sejarah: 989-923 SM.
Tempat diutus: Palestina (dan Israel).
Jumlah keturunannya: 1 anak, Rahab’an.
Tempat wafat: Baitul Maqdis (Yerusalem).
Sebutan kaumnya: Bani Israel.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 21 kali.

19. ILYAS AS.
Nama: Ilyas bin Yasin.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As. ⇒ Lawi ⇒ Azar ⇒ Qahats ⇒ Imran ⇒ Harun As. ⇒ Alzar ⇒ Fanhash ⇒ Yasin ⇒ Ilyas As.
Usia: 60 tahun di bumi.
Periode sejarah: 910-850 SM.
Tempat diutus: Ba’labak (Lebanon).
Tempat wafat: Diangkat Allah ke langit.
Sebutan kaumnya: Bangsa Fenisia.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 4 kali.

20. ILYASA’ AS.
Nama: Ilyasa’ bin Akhthub.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As. ⇒ Yusuf As. ⇒ Ifrayim ⇒ Syutlim ⇒ Akhthub ⇒ Ilyasa’ As.
Usia: 90 tahun.
Periode sejarah: 885-795 SM.
Tempat diutus: Jaubar, Damaskus.
Tempat wafat: Palestina.
Sebutan kaumnya: Bangsa Arami dan Bani Israel.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 2 kali.

21. YUNUS AS.
Nama: Yunus/Yunan/Dzan Nun bin Matta binti Abumatta, Matta adalah nama Ibunya. (Catatan: Tidak ada dari para nabi yang dinasabkan ke Ibunya kecuali Yunus dan Isa As.).
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As. ⇒ Yusuf As. ⇒ Bunyamin ⇒ Abumatta ⇒ Matta ⇒ Yunus As.
Usia: 70 tahun.
Periode sejarah: 820-750 SM.
Tempat diutus: Ninawa, Irak.
Tempat wafat: Ninawa, Irak.
Sebutan kaumnya: Bangsa Asyiria, di utara Irak.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 5 kali.

22. ZAKARIYA AS.
Nama: Zakariya bin Dan.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Yahudza ⇒ Farish ⇒ Hashrun ⇒ Aram ⇒ Aminadab ⇒ Hasyun ⇒ Salmun ⇒ Bu’az ⇒ Uwaibid ⇒ Isya ⇒ Daud As. ⇒ Sulaiman As. ⇒ Rahab’am ⇒ Aynaman ⇒ Yahfayath ⇒ Syalum ⇒ Nahur ⇒ Bal’athah ⇒ Barkhiya ⇒ Shiddiqah ⇒ Muslim ⇒ Sulaiman ⇒ Daud ⇒ Hasyban ⇒ Shaduq ⇒ Muslim ⇒ Dan ⇒ Zakariya As.
Usia: 122 tahun.
Periode sejarah: 91 SM-31 M.
Tempat diutus: Palestina.
Jumlah keturunannya: 1 anak.
Tempat wafat: Halab (Aleppo).
Sebutan kaumnya: Bani Israel.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 12 kali.

23. YAHYA AS.
Nama: Yahya bin Zakariya.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Yahudza ⇒ Farish ⇒ Hashrun ⇒ Aram ⇒ Aminadab ⇒ Hasyun ⇒ Salmun ⇒ Bu’az ⇒ Uwaibid ⇒ Isya ⇒ Daud As. ⇒ Sulaiman As. ⇒ Rahab’am ⇒ Aynaman ⇒ Yahfayath ⇒ Syalum ⇒ Nahur ⇒ Bal’athah ⇒ Barkhiya ⇒ Shiddiqah ⇒ Muslim ⇒ Sulaiman ⇒ Daud ⇒ Hasyban ⇒ Shaduq ⇒ Muslim ⇒ Dan ⇒ Zakariya As. ⇒ Yahya As.
Usia: 32 tahun.
Periode sejarah: 1 SM-31 M.
Tempat diutus: Palestina.
Tempat wafat: Damaskus.
Sebutan kaumnya: Bani Israel.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 5 kali.

24. ISA AS.
Nama: Isa bin Maryam binti Imran. (Catatan: Tidak ada dari para nabi yang dinasabkan ke Ibunya kecuali Yunus dan Isa As.).
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Yahudza ⇒ Farish ⇒ Hashrun ⇒ Aram ⇒ Aminadab ⇒ Hasyun ⇒ Salmun ⇒ Bu’az ⇒ Uwaibid ⇒ Isya ⇒ Daud As. ⇒ Sulaiman As. ⇒ Rahab’am ⇒ Radim ⇒ Yahusafat ⇒ Barid ⇒ Nausa ⇒ Nawas ⇒ Amsaya ⇒ Izazaya ⇒ Au’am ⇒ Ahrif ⇒ Hizkil ⇒ Misyam ⇒ Amur ⇒ Sahim ⇒ Imran ⇒ Maryam ⇒ Isa As.
Usia: 33 tahun di bumi.
Periode sejarah: 1 SM-32 M.
Tempat diutus: Palestina.
Tempat wafat: Diangkat oleh Allah ke langit.
Sebutan kaumnya: Bani Israel.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 21 kali, sebutan al-Masih sebanyak 11 kali, dan sebutan Ibnu (Putra) Maryam sebanyak 23 kali.

25. MUHAMMAD SAW.
Nama: Muhammad bin Abdullah.
Garis Keturunan Ayah: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ismail As. ⇒ Nabit ⇒ Yasyjub ⇒ Ya’rub ⇒ Tairah ⇒ Nahur ⇒ Muqawwim ⇒ Udad ⇒ Adnan ⇒ Ma’ad ⇒ Nizar ⇒ Mudhar ⇒ Ilyas ⇒ Mudrikah ⇒ Khuzaimah ⇒ Kinanah ⇒ an-Nadhar ⇒ Malik ⇒ Quraisy (Fihr) ⇒ Ghalib ⇒ Lu’ay ⇒ Ka’ab ⇒ Murrah ⇒ Kilab ⇒ Qushay ⇒ Zuhrah ⇒ Abdu Manaf ⇒ Hasyim ⇒ Abdul Muthalib ⇒ Abdullah ⇒ Muhammad Saw.
Garis Keturunan Ibu: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ismail As. ⇒ Nabit ⇒ Yasyjub ⇒ Ya’rub ⇒ Tairah ⇒ Nahur ⇒ Muqawwim ⇒ Udad ⇒ Adnan ⇒ Ma’ad ⇒ Nizar ⇒ Mudhar ⇒ Ilyas ⇒ Mudrikah ⇒ Khuzaimah ⇒ Kinanah ⇒ an-Nadhar ⇒ Malik ⇒ Quraisy (Fihr) ⇒ Ghalib ⇒ Lu’ay ⇒ Ka’ab ⇒ Murrah ⇒ Kilab ⇒ Qushay ⇒ Zuhrah ⇒ Abdu Manaf ⇒ Wahab ⇒ Aminah ⇒ Muhammad Saw.
Usia: 62 tahun.
Periode sejarah: 570-632 M.
Tempat diutus: Mekkah.
Jumlah keturunannya: 7 anak; 3 laki-laki Qasim, Abdullah dan Ibrahim, dan 4 perempuan Zainab, Ruqayyah, Ummi Kultsum dan Fatimah az-Zahra.
Tempat wafat: Madinah.
Sebutan kaumnya: Bangsa Arab.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 25 kali.w

(Disarikan dari: Qashash al-Anbiya' Ibn Katsir, Badai' az-Zuhur Imam as-
Suyuthi dan selainnya).

Ahad, 6 Mac 2016

HAKIKAT SOLAT

Berkata  TUAN  GURU  TOK KENALI  dalam kitab beliau :  " Ilmu Ma'rifat "  tentang  " HAKIKAT  SOLAT "

Ketahuilah anda !  Adapun  " Hakikat Solat "  itu ada  EMPAT  perkara ,  iaitu :

Pertama :   IHRAM
Kedua :       MI'RAJ
Ketiga :       MUNAJAT
Keempat :   TABDIL

IHRAM     -     maknanya  " tercengang-cengang " ,  dalam ertikata fana' dan hilang lenyap ,  tidak diingatkan dirinya pada masa itu ,  ketika ( dalam keadaan )  LAZAT  tiada lah ia ingat akan yang lain melainkan  ZAT  ALLAH  semata-mata.

Sepertimana kata Orang 'Arief billah :

Mafhumnya :

" Tiada lah aku yang berbuat di dalam  SOLAT  itu melainkan Zat Allah semata-mata. "

MI'RAJ     -     maknanya sudah naik martabat hamba itu lantaran ia sudah wakil kepada  " RAHASIA nya "itu kepadanya ,  yakni mafhumnya :

" Tidak ada sesuatu yang wujud di dalam  SOLAT  itu melainkan Allah. "

Sudah berpindah  " wujud Zat "  ,  yakni wujud Allah ,  tidak ada  SEMBAH  MENYEMBAH  dan  Puji Memuji  di dalam  SOLAT  itu hanya  " Zat Allah "  semata-mata.

MUNAJAT     -     maknanya  " SUDAH  BERJUMPA  hamba dengan Tuhannya.  Sepertimana firman Allah dlm Surah Al-Baqarah  ayat :  115

Mafhumnya :

" Maka ke mana sahaja kamu menghadapkan  MUKA  kamu ,  maka di situ lah  WAJAH  Tuhanmu. "

Firman-Nya lagi dalam  Surah Al-Rahman  ayat :  26  dan  27

Mafhumnya :

26.  Segala yang ada ini   BINASA
27.   Dan kekal  ZAT TUHAN mu Yang mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan. "

Yakni  "  Fana'  "  wujud dirinya di dalam  "  Wujud Tuhannya "  dalam ertikata tiada  " nama aku "  lagi melainkan  " Nama Zat Allah "  semata-mata.

TABDIL     -     maknanya  " SUDAH  BERPINDAH  ma'nikam di dalam kalimah " Insan Rahasia Allah "  dan dia lah yang  " menghidupkan "  di dalam  SOLAT  itu hanya  " Zat Allah "  semata-mata.

Demikian lah  HAKIKAT  KITA  di dalam  SOLAT.

                         Wallahu  A'lam

Jumaat, 4 Mac 2016

KUNCI ILMU

Antara Kunci Ilmu

Kunci Solat adalah Bersuci
Kunci Syurga adalah Tauhid 
Kunci pembuka Haji adalah Ihram Kunci Kebajikan adalah Kejujuran Kunci Ilmu adalah Bertanya @ Mendengarkan

Kunci Kemenangan adalah Kesabaran
Kunci ditambahnya Nikmat adalah Syukur
Kunci Kewalian adalah Mahabbah dan Zikir
Kunci Keberuntungan adalah Takwa

Kunci Taufik adalah Harap dan Takut kepada Allah Taala
Kunci Dikabulkan adalah Doa  Kunci keinginan terhadap Akhirat adalah Zuhud di Dunia

Kunci Keimanan adalah Tafakkur pada hal yang diperintahkan Allah keselamatan bagi-Nya, serta keikhlasan terhadap-Nya di dalam kecintaan, kebencian, melakukan, dan meninggalkan

Kunci hidupnya Hati adalah Tadabbur Al-Quran, beribadah di waktu Malam, dan meninggalkan dosa-dosa
Kunci didapatkannya Rahmat adalah Ihsan di dalam peribadatan terhadap Khaliq dan berupaya memberi manfaat kepada hamba-Nya

Kunci Rezeki adalah Usaha bersama Istighfar dan Takwa 
Kunci Kemuliaan adalah Ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya 
Kunci persiapan untuk Akhirat adalah pendeknya Angan-angan  Kunci semua Kebaikan adalah keinginan terhadap Allah dan Negeri Akhirat
Kunci semua kejelekan adalah cinta dunia dan panjangnya angan-angan

Pertanyaan Saidina Ali Bin Abu Talib Karamullahu wajhah kepada Rasulullah s.a.w (soal jawab)_

1.Ya Tuanku, Apakah Syariat, Tariqat, Hakikat, dan Makrifat itu?

Rasulullah s.a.w menjawab :
Syariat itu pada Taubat.
Tariqat itu pada Hati.
Hakikat itu pada Ruh.
Makrifat itu pada Zat Allah.

2.Ya Tuanku, Apakah Syariat, Tariqat, Hakikat, dan Makrifat itu, samakah, berlainankah amalnya?

Rasulullah s.a.w menjawab :
Asalnya orang Syariat dan Tarikat itu semata-mata mengerjakan segala pesuruh.
Amalnya Orang Hakikat itu mengesakan Zat Allah
Amalnya orang Makrifat itu tetap pada Zat Allah

3.Ya Tuanku adapun Syariat, Tariqat, Hakikat, dan Makrifat, berlainankah atau samakah nafsunya?

Rasulullah s.a.w. menjawab :
Syariat itu nafsunya, amarah, matinya hancur lebur/cerai berai
Tariqat itu nafsunya sawiyah, matinya kurus kering
Hakikat itu nafsunya lawwamah, matinya lemak gemuk putih kuning
Makrifat itu nafsunya mutmainah, matinya lenyap dalam kubur

4.Ya Tuanku, adapun Syariat, Tariqat, Hakikat, Makrifat, berlainankah atau samakah Solatnya?

Rasulullah s.a.w menjawab :
Solat orang Syariat itu kiblatnya menghadap Baitullah membara hatinya bercahaya.
Solat orang Tariqat itu membara hatinya bercahaya, kiblatnya menghadap Baitul Makmur.
Solat orang Hakikat itu kiblatnya menghadap Arsy, membara hatinya bercahaya.
Solat orang Makrifat itu kiblatnya menghadap seperti firman Allah s.w.t. didalam Al-Quran :"Barang siapa dimana kamu menghadap akan mukamu/wajahmu, atau akalmu, rohmu maka di sanalah wujud Allah bercahaya-cahaya dan imannya terang tiada sepertinya."

5.Ya Tuanku, adapun Syariat, Tariqat, Hakikat dan Makrifat, berlainankah atau samakah pekerjaannya?

Rasulullah s.a.w menjawab :
Pekerjaan Syariat itu : Mengucap Syahadah, Solat, Puasa, Zakat dan Haji.
Pekerjaan Tariqat itu : Mentasdiqkan barang yang diamalkannya
Pekerjaan Hakikat itu : Senantiasa tetap adanya dan mengesakan zat Allah Taala mengenepikan barang lainnya.
Pekerjaan Makrifat itu : Semata-mata tetap adanya dan sendirinya zat Allah Taala.

6.Ya Tuanku, adapun Syariat, Tariqat, Hakikat dan Makrifat, berlainankah atau samakah alamnya?

Rasulullah s.a.w menjawab :
Syariat itu ialah : Alamnya perjalanan Tubuh
Tariqat itu ialah : Alamnya Malakut perjalanannya Hati
Hakikat itu ialah : Alamnya Jabarut perjalanannya Ruh
Makrifat itu ialah : Alamnya Lahut perjalanannya Sir (Rahsia).

7.Ya Tuanku, adapun Syariat, Tariqat, Hakikat, Makrifat, samakah ilmunya?

Rasulullah s.a.w menjawab :
Syariat itu ialah ilmunya yakin
Tariqat itu ialah Ainul yakin
Hakikat itu ialah Haqqul yakin
Makrifat itu ialah Kamallul yakin

8.Ya Tuanku, Apakah yang empat itu sama kebangkitannya?

Rasulullah s.a.w menjawab :
Kebangkitan Syariat ialah Taubat sekalian dosa
Kebangkitan Tariqat ialah Sabar dan Redha akan qudrat Allah
Kebangkitan Hakikat ialah Syukur akan barang yang datang daripada Allah.
Kebangkitan Makrifat ialah Ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah Taala.

Penjelasan lebih lanjut mengenai lembaran ini sila rujuk kepada Guru Mursyid anda atau Orang2 yang Arif Ilmu dunia akhirat.

Allahumma Solli Ala Sayyidina Muhammadhin Nabiyil Ummi Wa Ala Ahlihi Wasohbihi Wasallim